Tampilkan postingan dengan label #Fakhrida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Fakhrida. Tampilkan semua postingan

Kita Kutub

  • 0

Hidup itu lucu.
Seseorang yang bilang "Kalo orang baik ke kamu, baikin. Kalo jahat, ya jahatin. Atau uda jangan dipedulikan sekalian," malah jadi orang yang (mungkin tanpa dia sadari) sudah lumayan sering berlaku tidak baik ke saya.

Tapi kelucuan ini nggak berhenti di situ.
Seperti sarannya, saya berhasil abai pada mereka yang jahat-jahat itu.
Saya berhasil membalas ocehan pedas dengan tak kalah pedas pula.
Saya berhasil bersikap jahat kepada mereka.

Herannya, hanya kepada mereka. Ke dia? Mencoba berkali-kali pun hasilnya sama.
Saya sendiri yang keteteran dan yang mencari-cari. Bukan dicari.
Saya yang ingin pergi, tapi saya juga yang akhirnya kembali.
Saya berusaha untuk benci, tapi Farida Firdani tidak pernah bisa membenci seorang Ulwan Fakhri.

Sering saya bertanya, "Kenapa?" "Kok bisa gini ya?!" "Kenapa?" "Kenapaaa?!"
Dan sekarang saya tau benar apa jawabannya.
Kita berbeda agar belajar bersama. Belajar untuk melengkapi yang kurang, mengimbangi yang berlebih, melewati tengkar sampai bertemu akur, lalu mencukupkan semuanya dengan rasa percaya.

Saya tau benar bahwa kita seperti dua kutub magnet yang berbeda, tapi saling tarik. Tak peduli seberapa kuat kamu berbangga bisa hidup sendiri, tak peduli saya khilaf mengeluh letih dan mencoba pergi, pada akhirnya kita tetap saling jatuh cinta lagi, memeluk lebih rekat lagi, seperti pertama kali.



Malang,
8 Maret 2015.
Farida Firdani.

Beberapa..

  • 0

Kala sore di Jl. Raya Singosari - Malang yang lagi hujan, tapi tetep sikukuh nyari durian demi ritual Charging-Day.

Me : "Hujannya kok ga berhenti-berhenti ya.. Awet bgt kalo hujan rintik-rintik gini. Mending sekalian deres karena langsung cerah lagi!" (Ngeluh, padahal selama ini selalu membaptis diri sebagai pecandu hujan)

Him : "Yeay.. Ga suka hujan kan? Hujan gimana-gimana emang gak ada enaknya."

Me : "Ya kalo kedatangannya lagi gak pas kayak sekarang kita masih di jalan, gak enak."

Him : "Ga enak semua pokoknya."

Me : "Enak, kalo pas hujan turun kitanya uda di dalem rumah, selimutan tebel, terus kruntelan bareng sambil guyon-guyon (i)rasional sampe perut kram kebanyakan ketawa. Enak kan kalo gitu? Hayooo :p"

Him : "Ngg.. Hahaha. Iya lah. Tapi sekarang mana bisa kayak gitu terus. Beberapa tahun lagi baru bisa."

Me : ......... (Diam-diam senyum sambil meng-amini dan meng-imani sepenuh hati, lalu mempererat pelukan di pinggangnya.)

Malang,
6 Maret 2015,
FF.